Saturday, 25 September, 2021

Retno Marsudi : Kebijakan Tanggap COVID-19 untuk Tidak Melemahkan Demokrasi


Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meyakini kebijakan penanggulangan COVID-19 tidak akan melemahkan demokrasi.

 

“Kita bisa melihat bagaimana prinsip-prinsip demokrasi menghadapi tantangan selama pandemi. Hak untuk berkumpul, memilih, dan berbicara di depan umum juga dibatasi. Dalam situasi normal, kebijakan semacam itu tidak dapat diterima. Namun, dalam situasi krisis Kebijakan itu boleh, “kata Marsudi saat berpidato di depan delegasi asing pada pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) ke-13 di Nusa Dua, Bali, Kamis.

 

Menteri mencatat bahwa pandemi harus mendorong negara untuk mengevaluasi pelaksanaan demokrasi di masyarakat.

 

“Pandemi seharusnya tidak melemahkan demokrasi, dan pada saat yang sama, demokrasi tidak boleh menjadi penghalang kami untuk mengalahkan pandemi. Sebagai gantinya, kami percaya bahwa demokrasi adalah alat yang tepat bagi negara untuk melawan pandemi,” katanya.

 

Menteri menegaskan bahwa pembatasan itu perlu, namun pelaksanaannya harus diawasi agar tidak terjadi pelanggaran hak dasar warga negara.

 

Dia mengutip penelitian Indeks Persepsi Demokrasi di mana sebagian besar populasi global berpendapat bahwa negara mereka memberlakukan pembatasan “pada tingkat yang dapat diterima”.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai demokrasi yang diterima masyarakat selaras dengan situasi pandemi.

 

Namun, pembatasan yang ditetapkan oleh pemerintah atau otoritas tertentu harus sah, terukur, sesuai dengan kepentingan masyarakat, dan terbuka untuk kritik publik, sehingga tidak ada pelanggaran terhadap kebebasan publik, jelas Marsudi.

 

BDF merupakan pertemuan lintas negara dan lintas lembaga yang diprakarsai dan diselenggarakan secara rutin oleh Indonesia sejak tahun 2008. BDF merupakan forum lebih dari 50 negara peserta, 73 negara pengamat, dan 10 organisasi internasional yang berpusat di kawasan Asia dan Pasifik.

 

BDF edisi tahun ini diikuti oleh 44 perwakilan dari 26 negara dan tiga organisasi internasional. Semua peserta, termasuk penyelenggara dan reporter, dinyatakan negatif COVID-19 dalam tes usap sebelum forum dibuka.

 

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) juga menyampaikan pidatonya di forum tersebut. Sementara itu, kamu bisa juga melihat profile lengkap Menteri Luar Negeri Indonesia di halaman Profil Retno Marsudi.

0 comments on “Retno Marsudi : Kebijakan Tanggap COVID-19 untuk Tidak Melemahkan Demokrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *